Tentara Jerman Didakwa Rancang Aksi Teror Palsu untuk Bunuh Politisi



banner 160x600
Women face

FAKTAACEH.COM, Berlin - Seorang serdadu Jerman beraliran sayap kanan didakwa sengaja membuat plot aksi teror palsu untuk membunuh para politisi top.

Franco Hans, mantan Letnan Angkatan Darat berusia 28 tahun, ditangkap akhir April lalu setelah berusaha melakukan aksi serangan dengan menyamar sebagai pengungsi Suriah.

Hans dianggap memiliki latar belakang xenophobia, atau sikap anti-asing.

Dikutip Russian Today Rabu (13/12/2017), Jaksa Penuntut Federal Jerman mendakwa Hans sengaja merancang pembunuhan terhadap politisi yang dianggap pro-kebijakan untuk menampung pengungsi.

Hans dikabarkan menargetkan Menteri Kehakiman Heiko Maas, Politisi Partai Greens Claudia Roth, dan mantan Presiden Joachim Gauck.

"Harapannya, orang-orang bakal percaya aksi ini dilakukan oleh kelompok ekstremis keagamaan yang mendapat suaka di Jerman," demikian pernyataan jaksa penuntut tersebut.

Ketika ditangkap bersama dua kaki tangannya, polisi menemukan empat senjata api di dalam rumah Hans.

Termasuk satu senapan serbu, lebih dari 1.000 butir amunisi, dan 50 piranti peledak.

Polisi menduga semua itu didapatkan Hans dengan mencuri dari gudang senjata semasa dia masih aktif berdinas di angkatan darat.

Ini merupakan dakwaan baru yang diberikan jaksa penuntut kepada Hans dan dua anak buahnya.

Sebelumnya, mereka bertiga didakwa melakukan aksi terorisme. Namun, dakwaan tersebut gugur November lalu.

Sejak Mei, angkatan bersenjata Jerman memerintahkan pemeriksaan di seluruh barak pasukannya.

Hal ini dilakukan menyusul kembali merebaknya paham ekstremisme kanan milik Nazi.

Indikasinya terlihat dari ditemukannya dua benda peninggalan era Nazi. Terutama Wehrmacht, tentara Jerman di masa Adolf Hitler.

Media Jerman melaporkan bahwa foto-foto tentara Wehrmacht tertempel di dinding, bersama pistol-pistol Nazi, serta lebih banyak lagi helm dan atribut militer.

Sumber : Kompas.co